Berita_20191202081831_PenaPublik.jpg
Read Time:2 Minute, 45 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Banyaknya sampah yang mengitari disekitar Daerah Aliran Sungai Cisarua yang merupakan Hulu Sungai kondisi saat ini benar-benar sangat mengkhawatirkan dan tak sedikit dikeluhkan oleh berbagai pihak yang mengaku serta melihat jelas setelah ikut aksi gerebeg runtah yang di inisiasi Komunitas Pepeling atau Pegiat Peduli Lingkungan Puncak pada Sabtu pagi (30/11).

Menurut Azet Basuni, Salah satu aktivis yang tergabung dalam Komunitas Puncak Ngahiji mengaku bahwa kondisi Sungai Cisarua sudah sangat tercemar butuh kesadaran masyarakat sejak dini dan ini tidak bisa didiamkan begitu saja.

“Volume sampahnya sangat parah dan kepedulian dari pengelola Pasar Cisarua pun juga masyarakat sekitar kurang peka dan kesadartahuannya tidak terbangun. Pemkab Bogor melalui dinas terkait harus membuat terobosan baru yakni mengelola pasar Cisarua dengan baik sehingga eks sampah itu tidak dibuang ke Sungai dengan seenaknya,” ujar Azet didampingi rekan-rekannya.

Ia menambahkan, Lanjutnya bukan saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan bahkan dirinya sempat melihat warga imigran yang juga buang sampah ke Sungai ini sangat parah tentunya.

“Kegiatan gerebeg sampah seperti ini harus senantiasa disosialisasikan terus menerus dan Pemerintah harus hadir. Saya minta kepada Pemkab cari Kepala Pasar yang benar-benar jelas, disiplin dan serius mau menangani masalah lingkungan kemudian keberadaan tempat pemotongan hewan harus segera dievaluasi,” pintanya.

Hal senada dikatakan Ujang Pucuk, Warga Cisarua yang juga pentolan Komunitas Puncak Ngahiji mengaku sangat prihatin dan miris, Ia melihat banyaknya sampah segala jenis disekitar Sungai Cisarua hingga bangkai hewanpun ada disana.

“Rekan-rekan Pepeling dan kepada semua pihak, kami apresiasi sudah berniat baik hanya tinggal Pemkab Bogor yang harus selalu turun jangan sampai Sungai ini dijadikan muaranya sampah. Jujur saja saya lahir dan besar disini namun sekarang keadaan serta kondisinya membuat kita menangis karena walau bagaimanapun air sebagai sumber kehidupan. Terkait tempat pembuangan sampah Pemerintah harus tegas dan mampu membangun TPS dibeberapa titik lokasi,” paparnya.

Sementara itu menurut Taufik Hidayat, Ketua Umum Pepeling, Dirinya beserta rekan lainnya menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu sudah niat ikhlas membantu berkontribusi dalam upaya membangun kebersamaan untuk melestarikan kembali Sungai Cisarua meskipun kondisinya saat ini sudah sangat tercemar. Namun Ia dan anggota Pepeling lainnya juga menyayangkan ketidakhadiran pihak terkait dalam hal ini UPT DLH Ciawi yang tidak nampak terlihat saat kegiatan.

“Kami haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut andil mengikuti kegiatan gerebeg sampah, Mudah-mudahan menjadi ladang amal untuk akherat kelak. Kami menyayangkan kenapa pihak UPT DLH Ciawi tidak hadir padahal jauh sebelumnya kami sudah sempat konfirm dan berkoordinasi hingga akhir acara kemarin tidak ada, Padahal kami sangat butuh alat angkutan dari dinas terkait,” keluhnya.

Maman Usman Rasidi SH, MH, Praktisi Hukum dan aktivis Pepeling mengatakan banyak hal untuk mengevaluasi kondisi lingkungan terutama Sungai Cisarua yang sudah sangat tercemar dan Pemerintah harus benar-benar hadir didalamnya masyarakat-pun harus memiliki sense of belonging terhadap lingkungan.

“Sebetulnya konsepnya adalah law enforcement atau pelaksanaan hukum, Hukum harus ditegakkan artinya banyak opsi seperti pasang cctv, bisa membentuk Satgas yang memang militan dan lain-lain. Let’s say katakanlah Pemerintah Kabupaten sudah pusing dengan permasalahan sampah dan Sungai yang tercemar karena memang tidak ada kader-kader yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kami siap menjadi mitra Pemerintah dalam rangka menjaga kelestarian Sungai. Kami berani berteriak karena kami berani turun bukan kali ini saja dan tangan kami-pun sudah bau dengan sampah.” pungkasnya.

Reporter : Adeas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.