BPBD-Gelar-Pelatihan-Mitigasi-Peserta-Berharap-Kegiatan-Bukan-Sekedar-Teori-Belaka-1.jpg
Read Time:1 Minute, 45 Second

CARINGIN, PENAPUBLIK.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melalui bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menggelar pelatihan bagi relawan kebencanaan bertempat di Hotel Grand Pesona, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Adapun para peserta yang dilibatkan diantaranya gerakan Pramuka, Karang Taruna, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Destana, Kader PKK dan relawan kebencanaan. Gelombang pertama digelar secara indoor juga outdoor selama 3 hari sejak Rabu (23-25 Maret 2022) dan dibagi kedalam 5 Kelas.

Menurut Deby Puspito, Salah seorang peserta perwakilan Orari Kabupaten Bogor mengatakan bahwa secara keseluruhan wilayah Kabupaten Bogor termasuk daerah rawan bencana.

Salah Satu Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Yang Digelar BPBD Kabupaten Bogor.

Apa yang dilakukan dan diupayakan BPBD Kabupaten Bogor dalam pelatihan tersebut kata Deby, Dirinya mengapresiasi dan hal itu tentunya bermanfaat terutama dalam kaitan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana.

“Sebelum bencana terjadi setidaknya kita harus ada bentuk pencegahan terlebih dahulu. Dalam kelas masing-masing kita diajarkan soal koordinasi dan memang saat dilapangan itu yang sangat penting adalah adanya koordinasi. Semoga saatnya nanti ketika terjadi bencana sistem koordinasi berjalan dengan baik tidak tumpang tindih,” paparnya.

Hal senada dikatakan Budi, Mewakili rekan-rekan dari Komunitas Sahabat Kebaikan dan juga tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sangat merespon dengan kegiatan pelatihan yang digagas BPBD Kabupaten Bogor.

Ia yang saat ini tergabung dalam Kelas Relief to Recovery menuturkan bahwa setidaknya lebih mengetahui dan memahami bagaimana teknik atau cara pendistribusian dan bantuan-bantuan terutama di lokasi bencana.

“Pelatihan ini manfaatnya banyak sekali tentunya, Namun terkadang disisi lain terlebih ketika terjun langsung dilokasi bencana masih terlihat adanya kurang koordinasi baik itu dengan BPBD maupun instansi atau lembaga lainnya sehingga banyak pendistribusian yang tumpang tindih, seharusnya ini kan tidak terjadi ya,” harap Budi yang ditemui disela-sela kegiatan pelatihan beberapa waktu lalu.

Dengan adanya pelatihan tersebut kata Budi, Ia dan seluruh rekan-rekan yang mengikuti pelatihan berharap agar pendistribusian logistik kebencanaan disalurkan tepat sasaran.

“InshaAllah ini bisa membantu kedepannya bagaimana teman-teman mendistribusikan logistik atau bantuan dengan tepat sasaran.
Ilmu dan wawasan yang kita serap saat ini bisa diaplikasikan dilapangan, Jadi tidak dan bukan hanya teori belaka.” pungkasnya penuh harap. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.