Cegah-ATHG-Bakesbangpol-Apresiasi-Pergerakan-FKDM-1.jpg
Read Time:1 Minute, 55 Second

Megamendung, PenaPublik.com – Bambang Widodo Tawekal, M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mewakili Bupati Bogor dihadapan puluhan kader Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan se-Kabupaten Bogor dan Pepabri memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan peningkatan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen bertempat diruang Aula Hotel Grand Mutiara, Jalan Raya Puncak KM 75, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Senin (7/12/2020).

Dalam kegiatan tersebut Bambang yang didampingi Abdul Rohman, Kasi Wasdintahbang, H.Hidayat Teo, Ketua FKDM Kabupaten Bogor, Asep Nurdin, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik beserta staf Bakesbangpol mengatakan bahwa meskipun ditengah pandemi seperti saat ini pihaknya menghimbau agar tetap waspada dan senantiasa menjaga kesehatan.

“Sesuai perbup nomor 60 dalam satu ruangan pelaksanaan kegiatan tidak lebih dari 1 atau 2 jam setiap materi yang diberikan dan disini kita tetap terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai hand sanitizer dan masker serta menjaga jarak,” terangnya.

Kepala Bakesbangpol Saat Berikan Sambutan Kepada Kader FKDM Kabupaten Bogor

Masih kata Bambang, Pihaknya bersama FKDM berupaya melakukan pencegahan deteksi dini mengingat di Kabupaten Bogor itu wilayahnya sangat luas, ditambah jumlah penduduknya cukup padat dengan berbagai macam permasalahan yang kompleks serta majemuk.

“FKDM ini salah satu agent informasi dari Bakesbang dan kita berharap dengan pencegahan atau kewaspadaan dini serta koordinasi yang baik, Segala permasalahan dilapangan baik itu ideologi,politik,ekonomi,sosial budaya, agama, pertahanan dan keamanan, hambatan serta gangguan seyogyanya itu akan dapat diminimalisir,” paparnya.

Hal senada menurut Asep Nurdin, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan sinergitas FKDM dengan Bakesbangpol terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini.

“Iya, kita harus hati-hati dan bisa memahami sikap maupun prilaku yang ada dimasyarakat karena impact atau dampaknya untuk ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Makanya FKDM itu dibentuk oleh Pemerintah tiada lain dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri sebagai prinsip dasarnya,” tutur Asep kepada PenaPublik.

Ditempat yang sama, H.Hidayat Teo, Ketua FKDM Kabupaten Bogor mengaku dan mengapresiasi pergerakan aktif dari rekan-rekannya dalam upaya mencegah Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG).

“Alhamdulillah sejauh ini kita berperan aktif melaporkan deteksi dini kaitan dengan kejadian-kejadian diwilayah masing-masing Kecamatan, jadi bukan hanya ancaman dan gangguan dari manusia saja melainkan gangguan dari alam pun ada dan itu perlu digarisbawahi oleh temen-temen di forum.” pungkasnya.

(Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *