Dimegamendung-Babinsa-Desa-Kuta-Bersama-Petani-Kembangkan-Pupuk-BIOS-44-1.jpg
Read Time:2 Minute, 3 Second

Megamendung, PenaPublik.com– Dalam upaya mengawal ketahanan pangan di wilayahnya sesuai tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) Tahun 1945, serta melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara.

Disaat kondisi Negara dalam keadaan aman dan tidak dalam ancaman perang, maka TNI akan berperan membantu masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya di bidang pertanian guna meningkatkan hasil produksi pertanian, Babinsa Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menggandeng pemilik lahan pertanian untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk Bios 44 yang mana pada waktu lalu telah ada temuan formula oleh anggota TNI untuk membantu penyuburan tanah sehingga dapat digunakan sebagai lahan pertanian yang cukup produktif.

Temuan tersebut berupa formula BIOS 44 – Bio Struktur (Dekomposer Gambut) yaitu agen hayati mempercepat pembusukan material organik lahan gambut.

“Mencermati manfaat pentingnya BIOS 44 ini, Kepada para praktisi dan masyarakat. Saya berharap sosialisasi ini dapat berjalan lancar, barokah serta mencapai sasaran yang diinginkan,” tutur Sertu Arifin, Babinsa Desa Kuta.

Sebagaimana diketahui masih kata Arifin bahwa Bios 44 adalah Bio Struktur (Dekomposer Gambut) merupakan agen hayati yang dapat mempercepat proses pembusukan material organik lahan gambut.

“Selain mengatasi kebakaran lahan gambut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan juga dapat menetralisasi limbah bahkan menyuburkan lahan bekas tambang,” jelas Sertu Arifin.

Dijelaskan pula bahwa BIOS 44 merupakan gabungan mikroorganisme yang mampu memproduksi endospore ddantahan terhadap lingkungan seperti panas, asam, dan garam, dapat berada dalam lingkungan ekstrim dalam jangka waktu yang lama. Endospore adalah zat yang dibentuk pada saat mikroorganisme stress terhadap asupan makanan, memungkinkan organisme BIOS 44 untuk terus berada di dalam lingkungan sampai kondisi menjadi baik.

“Cairan BIOS 44 yang sudah ditebar, selama tiga bulan setelah dilakukan penyiraman akan membuat lahan menjadi subur dan bisa ditanami dengan berbagai tanaman, dan saat kemarau lahan gambut telah terkunci dan tidak mudah terbakar,” terangnya.

Menurut Babinsa beberapa lokasi yang telah dilakukan sosialisasi dan praktek penggunaan BIOS 44 antara lain membantu normalisasi air Sungai Citarum pada program Citarum Harum yang merupakan program Pangdam III/Siliwangi dan di beberapa kawasan di Jawa Barat serta beberapa tempat lainnya di wilayah Sumatera bahkan sampai ke Aceh.

“Hasilnya cukup memuaskan sehingga program penggunaan BIOS 44 ini akan terus kita kawal dan sosialisasikan di tengah masyarakat sebagai salah satu sumbangsih Babinsa TNI pada aspek sosial kemasyarakatan untuk meningkatkan hasil produksi dan ketahanan pangan.” pungkasnya. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.