Dipuncak-Kontes-Tanaman-Hias-Diikuti-Pegiat-dan-Petani-Milenial-1.jpg
Read Time:2 Minute, 20 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Sesuai agenda yang sudah direncanakan sebelumnya, Para pegiat dan petani menggelar silaturahmi dan kontes serta bursa berbagai macam tanaman hias. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT Pertanian Ciawi, Pjs Kepala Desa Citeko, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Para petani serta pegiat dan peserta kontes tanaman hias wilayah Puncak dan sekitarnya bertempat di Villa Bu Kris, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua pada Rabu (12/08).

“Ini merupakan embrio untuk pengembangan tanaman hias khususnya di wilayah Puncak, Karena selama ini sentra tanaman hias di Kabupaten Bogor itu terkonsentrasi di sekitar Gunung Sindur, Tamansari, Tajur Halang. Ternyata potensi di Puncak ini sangat besar cuma selama ini belum tersentuh karena belum ada wadah. Maka dari itu dalam event sekarang ini, kami juga turun agar mereka (Petani Tanaman Hias) memiliki wadah dalam bentuk Kelompok Tani sehingga ke depan Pemerintah melalui Distanhorbun bisa memfasilitasi karena di kami ada beberapa bidang Horti yang membidangi di antaranya tanaman hias,” tutur Teguh, Kepala UPT Ciawi yang ditemui disela-sela kegiatan.

Menurutnya, Untuk wilayah Puncak dirinya mengaku sudah ada yang difasilitasi seperti di wilayah Megamendung berupa bunga potong,” Akan tetapi untuk bunga koleksi seperti di sini belum ada yang kami fasilitasi karena memang belum terbentuk wadahnya,” ujarnya.

Para Pemenang Kontes Tanaman Hias Puncak Berpose Bersama

Teguh berharap dengan event tersebut ke depannya akan terbentuk wadah sehingga Pemerintah melalui Distanhorbun bisa memfasilitasi untuk mendorong perkembangan tani khususnya pembudidaya tanaman hias di wilayah kawasan wisata Puncak.

“Kalau sudah terbentuk wadahnya, kami akan melakukan pendampingan dan pembinaan melalui Kelompok Tani. Kami mengupayakan supaya petani tidak hanya menanam jenis yang sedang tren karena kami juga paham setiap waktu yang namanya tanaman itu akan terjadi perputaran tren, Seperti dulu antorium namun sekarang malah jenis monstera atau janda bolong, agar variasi tanaman itu banyak,” paparnya.

Ditempat yang sama, Sunyoto, Panitia pelaksana kontes mengaku bahwa kegiatan seperti ini sudah ketiga kalinya dan nantinya akan digelar setiap bulan secara kontinue. Lebih lanjut Ia mengatakan di tahun berikutnya ingin mengadakan kontes yang lebih besar atau nasional.

“Iya ini sebagai sarana silaturahmi dan saat ini masih terus belajar dan berlatih karena sifatnya masih relatif kecil lah mengundangnya juga orang-orang lokal tetapi paling tidak kami memotivasi terutama para petani-petani muda agar berani untuk tampil,” imbuhnya.

Sunyoto menambahkan minimal dengan event seperti ini setidaknya ada semangat untuk mencari tanaman yang jenisnya bagus dan langka. Bahkan tidak menutup kemungkinan daya jual dipasaran juga bisa relatif tinggi. Pihaknya juga menyebutkan selain dari wilayah Dapil 3 ternyata peserta itu ada yang datang dari luar Puncak seperti dari Cipanas dan Ciomas.

“Kedepannya Desa-Desa itu pengen kita dorong Kelompok Tani khususnya tanaman hias, Karena tujuan pentingnya adalah penyelamatan tanaman-tanaman koleksi yang ada di Puncak yang sekarang banyak diekspor habis sementara kita nyari itu juga sudah susah dan mudah-mudahan temen-temen di Puncak ini bisa jadi pembudidaya.” pungkasnya. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *