Fenomena-Ikan-Dewa-dan-Tujuh-Sumur-Patilasan-Prabu-Siliwangi-yang-Masih-Terjaga-Dikuningan-Jawa-Barat-1.jpg
Read Time:2 Minute, 20 Second

Kuningan, PenaPublik.com – Mendengar Kota/Kabupaten Kuningan tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua, Kota tersebut terletak diantara Kabupaten Majalengka, Cirebon dan dibagian barat terdapat Pegunungan dengan tinggi 3.076 m, dinamai Gunung Ciremai salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat dan Kota ini juga sangat lekat akan situs peninggalan prasejarah serta banyak memiliki objek wisata alamnya.

Sekedar mengingat kembali dimasa lampau setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, Pada saat itu Kota Kuningan menjadi tempat dilaksanakannya Perundingan Linggarjati pada November 1946. Masyarakat Kota Kuningan ini mayoritas bekerja pada sektor pertanian, Hal tersebut disebabkan karena Kota Kuningan memiliki pesawahan yang luas, dan termasuk kedalam dataran tinggi hingga saat ini menjadi salah satu Kota tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara.

Situs Sumur Tujuh Sejarah Yang Diyakini Menjadi Patilasan Prabu Siliwangi

Dikota Kuningan, Wisatawan yang datang dari kawasan sekitar Jawa Barat maupun diluar Daerah disuguhkan dengan salah satu objek yakni Wisata Cibulan dimana didalamnya terdapat kolam cukup besar diisi oleh ratusan ikan dikenal dengan sebutan Ikan Dewa. Konon menurut cerita orang-orang terdahulu terutama dari warga sekitar Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan dipercaya bahwa Ikan Dewa tersebut merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari Raja Padjadjaran yakni Prabu Siliwangi.

“Iya, Ikan dewa merupakan ikan endemic yang disakralkan oleh masyarakat Kuningan. Bahkan konon katanya, Ikan dewa sendiri diyakini sebagai titisan dari Raja Padjadjaran yakni Prabu SIliwangi,” terang Sajun, Salah satu pengelola wisata kolam Ikan Dewa saat ditemui tim PenaPublik pada Sabtu siang (01/08/2020).

Masih kata Sajun, Ia menerangkan di dalam Wisata Cibulan disediakan berbagai objek wahana seperti Taman Kelinci, Terapi ikan, Angsa Goes, Spot foto selfie, Keramat Tujuh (7) sumur yang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung diyakini sebagai patilasan Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran.

“Menurut cerita wisata tersebut didirikan dan diresmikan pada abad ke-19 tepatnya tahun 1935 masa kolonial Belanda. Awalnya dikelola oleh Pemerintah Desa setempat namun saat ini oleh pihak swasta,” jelasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini kata Sajun, Pihak pengelola tetap mengikuti anjuran Pemkab dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, Selain dari Jawa Barat pengunjung dari Ibu Kota maupun wilayah lainnya berdatangan untuk mengisi liburan dan kami tetap melakukan anjuran sesuai yang di terapkan oleh Pemerintah setempat dengan protokol kesehatan diantara-nya pengunjung wajib memakai masker, cuci tangan dengan hand sanitazer dan tetap menjaga jarak,” tambahnya.

Indra, Salah satu pengunjung Objek Wisata Cibulan mengaku terhibur dengan udaranya yang sejuk dan yang paling menarik adalah saat memasuki peningalan bersejarah yang di percaya oleh warga sekitar sebagai patilasan Prabu Siliwangi yaitu tujuh sumur dimana diarea tersebut diyakini mempunyai khasiat masing-masing. Bahkan kata dia, Tak sedikit pengunjung membawa air dari sumur tersebut.

“Untuk masuk ke objek Tujuh Sumur, Para pengunjung tidak dikenakan biaya akan tetapi pengunjung memberikan seikhlasnya untuk perawatan saja.” pungkas Indra wisatawan asal Cigombong, Kabupaten Bogor.

Reporter : Iwan/Jims

Editor : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.