Final-Sepak-Bola-Liga-All-Star-Pemuda-Cibeureum-Bayern-Munchen-Ungguli-Borussia-Dortmund.jpg
Read Time:2 Minute, 11 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Sorak sorai penonton diluar lapangan saat menyaksikan pertandingan grand final sepak bola liga kocok atau all star cup yang digagas pemuda Cibeureum, dimana kali pertama digelar menampilkan suguhan cukup menarik. Pasalnya dua kekuatan besar layaknya team sepak bola eropa bertemu dalam satu lapangan berkalang tanah diwilayah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada Rabu petang (5/1/2022).

Dua team besar tersebut yakni Bayern Munchen vs Borussia Dortmund memperebutkan posisi puncak dalam grand final. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan kedudukan 2 – 1 bagi kemenangan FC Bayern Munchen.

“Iya, ini turnamen sepak bola liga all star antar pemuda RW se-Desa Cibeureum yang tujuannya sebagai sarana silaturahmi agar lebih erat dan kompak. Hari ini finalnya untuk nama kesebelasannya pun mengadopsi team besar seperti di Eropa sana,” ujar Tedi sambil menonton kedua kesebelasan saat bertanding.

Para Pemain Bayern Munchen Saat Menerima Piala Didampingi Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisarua.

Ditempat yang sama Denis, Ketum Pemuda Cibeureum All Star mengatakan bahwa turnamen sepak bola tersebut dalam rangka memupuk silaturahmi diantara pemuda khususnya se-Desa Cibeureum.

“Turnamen liga all star ini memang baru pertama kali digelar, InsyaAllah mudah-mudahan di tahun mendatang menjadi kegiatan rutin bagi kita untuk kita semua khususnya pemuda Cibeureum, Kecamatan Cisarua. Terima kasih yang sudah berkontribusi untuk kegiatan ini,” tuturnya seusai pertandingan.

Saat ditanya soal kesebelasan menggunakan nama-nama team besar di Negara Eropa seperti Bayern Munchen, Juventus, Borussia Dortmund dan yang lainnya, Ia menjawab bahwa hal tersebut merupakan kesepakatan dari panitia pelaksana.

“Selain itu biar ngetrend aja sih, Kegiatan ini disupport oleh Pemdes dibantu Karang Taruna Desa juga oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisarua kebetulan beliau sebagai dewan pembina di kepemudaan Cibeureum all star,” terang Denis.

Sementara itu menurut Saeful Rizal, Pembina Cibeureum all star yang menyaksikan grand final liga kocok mengaku bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi para pemuda yang tergabung dalam Cibeureum all star.

“Kebetulan saya sebagai dewan pembina di pemuda Cibeureum all star, Kita berharap agar olahraga diwilayah kami meski diakui beberapa tahun kebelakang agak tersendat dengan berbagai macam kendala akan tetapi kita tidak putus asa dengan hal itu. Kita selaku kepemudaan terus bergerak meskipun kondisi teknis dilapangan tidak punya lahan namun kita punya banyak akal lah,” ucapnya.

Pihaknya berharap ada satu perubahan mindset yang mungkin dahulu para pemuda Cibeureum selalu dikaitkan dengan sifat dan sikap yang cenderung anarkis.

“Kita ingin buktikan kepada masyarakat khususnya Kecamatan Cisarua bahwa Cibeureum sekarang sudah berubah. Alhamdulillah sejak bergulir turnamen dari awal hingga saat final ini semua berjalan dengan kondusif sesuai harapan. Inilah salah satu makna adanya silaturahmi.” pungkas Saeful yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisarua. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.