GPPI-bersama-Karang-Taruna-Gelar-Diskusi-Refleksi-Sumpah-Pemuda-1.jpg
Read Time:1 Minute, 49 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021, Sekumpulan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Bogor Raya bersama perwakilan Karang Taruna Kabupaten Bogor dan Kecamatan Ranca Bungur, Komunitas Cilebut Art Project serta organisasi lainnya menggelar silaturahmi sekaligus diskusi dengan tema acara bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda Dengan Semangat Patriotisme”. Bertempat di Cafe Tenda Kopi 8 Jam, Jalan Patamran, Semplak Barat, Kemang, Bogor, Pada Sabtu (30/10/2021).

Diskusi tersebut membahas mengenai sejarah dan relevansi kepemudaan masa kini agar senantiasa ikut andil dalam membangun Bangsa ke arah yang lebih baik melalui peran kepemudaan.

Menurut Ali Sayyidina, Salah satu panelis dalam acara tersebut mengatakan bahwa dewasa ini dirinya menyayangkan peranan pemuda yang seolah-olah tergerus oleh perkembangan zaman dengan kesibukan seperti game online, media sosial dan lain sebagainya.

Padahal kata dia, Seharusnya pemuda memiliki andil cukup besar dalam perananannya di masa kini.

“Sesungguhnya maju mundurnya suatu Bangsa ada ditangan pemuda, apalagi pemudanya yang progresif dan revolusioner, maka majulah bangsa tersebut. Namun sebaliknya, Apabila pemuda-nya disibukkan dengan gadget dan hal-hal yang tidak penting maka akan mengalami kemunduran,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Miftah Farid, Koordinator acara mengaku bahwa latar belakang diadakan agenda yang bertajuk Sumpah Pemuda ini guna menjalin tali silaturahmi pemuda antar Desa sekaligus memperluas relasi dan semangat kepemudaan dalam membangun Bogor secara khusus, dengan peran dan bidangnya masing-masing.

“Sejarah terbentuknya Sumpah Pemuda kan didasari atas semangat yang sama, rasa senasib sepenanggungan, semangat patriotisme membangun Bangsa dengan melepas baju-baju kedaerahan pemuda masa lalu. Kalo dulu, ada Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatra dan lain-lain. Sekarang kita berkumpul Kembali dengan semangat yang sama, ada Jong GPPI, Jong Karang Taruna dan Jong Cilebut,” urainya.

Namun demikian kata Miftah, Jika generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap superioritas primordialisme atau kesukuan, agama, ras dan budaya, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa.

“Maka sudah sepatutnya tugas generasi saat ini mampu membuka pandangan atau merubah mindset yang lebih luas tanpa mengkotak-kotakan untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, Diisi pula dengan penampilan musik juga puisi dan ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda sebagai simbol refleksi Sumpah Pemuda ke-93 dengan semangat patriotisme untuk membangun Bangsa.

Editor : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.