2024 06 26 22 07 20.png
Read Time:1 Minute, 21 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Lembaga pendidikan PKBM Bakti Nusa melakukan pelatihan dan praktek kewirausahaan bagi santri Pondok Pesantren Tahfiz Al-Ikhwah Bogor.

Menurut Ustad Priyanto, Pimpinan Ponpes Tahfiz Al Ikhwah mengatakan bahwa santri di pondoknya sebagian besar yatim dan atau piatu serta diisi oleh anak-anak putus sekolah dari keluarga yang terbilang kurang mampu secara finansial.

“Di ponpes ini kami mendidik santri yang putus sekolah dan secara ekonomi terbilang kurang mampu. Alhamdulillah kita bersinergi dengan PKBM Bakti Nusa, santri kami diajarkan berwirausaha,” ucapnya.

Hal senada, Kiai Ibnu, Pimpinan Ponpes Ihsan Tauhid dimana ditempatnya juga menampung santri-santri yang secara ekonomi kurang beruntung.

“Skill entrepreneurship penting didorong untuk tiap pondok pesantren, agar kedepannya ada kemandirian dikalangan santri,” tuturnya.

Mohammad Afhan, Kepala Pendidikan Kesetaraan PKBM Bakti Nusa menuturkan bahwa sektor agroindustri dan produksinya adalah konsep bisnis paling tepat untuk pesantren.

“Karena waktunya dapat terjadwal agar tidak mengganggu proses belajar santri,” ujar Mohammad Afhan.

Sekedar diketahui dalam sepekan terakhir ini PKBM Bakti Nusa berkeliling melatih pondok pesantren rekanan salah satunya memproduksi Soya Milk atau susu kedelai.

Dikutip dari Halo Sehat bahwa susu kedelai mengandung banyak gizi nabati yang bermanfaat bagi kesehatan disamping itu soya milk menjadi pilihan alternatif bagi yang alergi atau intoleran dengan laktosa juga bagi yang tidak menyukai rasa susu hewan (sapi atau kambing).

Sementara itu Agung Udiyanto, Pembina Yayasan SDM Unggul tengah berupaya menjalin komunikasi dengan Sahira dan Savero Hotel Grup agar dapat menyerap komoditas kalangan pesantren untuk membantu operasional pondok.

“Kolaborasi dunia usaha dan BUMDES sangat penting agar para santri mendapatkan skill kewirausahaan dan lembaga pesantren dapat membiayai operasionalnya, juga meningkatkan gizi para penghafal Al Quran.” tandasnya. (FIK/Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 19 =