Puluhan-Santri-Ponpes-Darut-Tafsir-Lebak-Banten-Gelar-Wisuda-Tahfidz-Quran.jpg
Read Time:2 Minute, 33 Second

BOGOR, PENAPUBLIK.COM – Tak hanya mencetak generasi penghapal Al-Qur’an, Akan tetapi dalam metode pembelajarannya para santri-santriwati yang belajar atau mondok di Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Tafsir juga diharapkan mampu memahami science.

Hal tersebut seperti dikatakan K.H, Achmad Fauzie, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tafsir yang beralamat di Jalan Maulana Hasanudin, Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalangannyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Menurut Aa Fauzi sapaan akrabnya, Meskipun Ponpes yang didirikan pada 1 Agustus 2019 lalu itu masih relatif baru, Namun demikian dalam salah satu metode pembelajarannya mengajarkan ilmu adab atau akhlaqul karimah, selain tahfidz Qur’an sebagai pokok pembelajaran.

Para Wisuda Santri/Wati Ponpes Darut Tafsir Lebak Banten.

“Iya ini penting, Artinya siswa atau santri tak hanya menghafal Qur’an akan tetapi mampu memahami science atau tafsirnya. Karena keduanya saling berkaitan satu sama lain,” ucapnya seusai mewisuda tahfidz Qur’an para santri-santriwati Ponpes Darut Tafsir bertempat di Aula Lokawiratama Cisarua Puncak, pada Jum’at (18/12/2021).

Masih kata Aa Fauzie, Santri/wati yang mondok di Ponpesnya tersebut masing-masing ada yang duduk dibangku SMP dan SMA maupun sederajat.

Misalnya kata dia belajar di Darut Tafsir dalam setahun harus hafal Al-Qur’an hingga 5 juz tetapi harus pula dibarengi dengan tafsirnya.

“Nah, idealnya belajar ditempat kami itu hingga 6 tahun ya, Jenjang SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun. Jadi berharap siswa maupun siswi belajar selama 6 tahun itu dia bisa hafal 30 juz sekaligus paham tafsirnya. Kira-kira seperti itulah mimpi kami kedepannya,” tutur Aa.

Ia menambahkan, Para siswa-siswi yang belajar di Darut Tafsir, Selain berasal dari Jabodetabek, ada juga yang berasal dari NTB dan Jawa Tengah. Sementara itu selama masa pandemi covid-19 kata Aa Fauzie pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka.

“Hanya saja kita larang wali santri untuk nengok artinya gak kita ijinkan selama pandemi waktu itu, jadi sistem paket atau wesel aja. Murid yang hadir disini yang di wisuda Tahfidz Qur’an ini ada 26 orang dan ada siswa-siswi kelas 1,2 hingga 3 SMP juga siswa SMA. Kegiatan wisuda ini juga sekaligus program rutin tahunan dari Ponpes Darut Tafsir,” terangnya.

Hikmal, Salah seorang siswa mengaku belajar di Ponpes Darut Tafsir sedikit banyak memiliki kesan tersendiri disamping membuat dirinya nyaman sekaligus banyak belajar tentang adab serta akhlaq sebagai pondasi agama, Selain kajian memperdalam ilmu tahfidz Qur’an dan tafsirnya.

“Alhamdulillah teman-teman disini baik saling menghormati juga menjaga sopan santun terlebih kepada guru dan disini ditanamkan belajar adab serta akhlaqul karimah,” ungkapnya.

Sementara itu Mahpudin, Pemerhati pendidikan dan salah seorang wali murid yang belajar di Ponpes tersebut mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darut Tafsir disamping upayanya mencetak santri-santri yang berakhlaqul karimah, didalamnya ada satu nilai lebih yakni mencetak hafidzul Qur’an sekaligus menguasai dan paham akan tafsirnya.

“Mampu mengaplikasikan dan memahami science sehingga menjadi nilai plus. Namun dari itu semua pembentukan karakter atau akhlaqul karimah sebagai pondasi agama sangatlah penting terlebih di zaman seperti sekarang ini, Meskipun Ponpes ini masih relatif baru atau masih usia balita. Mudah-mudahan Ponpes tersebut senantiasa istiqomah dalam memberikan ilmu serta wawasan kepada generasi penerus Qur’ani.” pungkasnya penuh ekspektasi.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.