Berita_20190215061404_PenaPublik.jpg
Read Time:2 Minute, 4 Second

Cibinong, PenaPublik.com – Ya, kalimat tersebut secara jelas diungkapkan Romli Eko, Kepala PD. Tohaga Kabupaten Bogor, saat dijumpai di ruang kerjanya, pada Kamis (14/2).

Romli Eko mengakui bahwa kondisi Pasar Cisarua saat ini terutama bangunan infrastruktur di Blok C, D dan E karena memang proses tempatnya sudah tidak bagus dan tidak layak.

“Kondisi Pasar Cisarua itu sudah lebih dari 10 tahun dan sudah habis karena masa layaknya itu sekitar 20 tahun, jadi memang benar jika Pasar tersebut itu sudah melebihi batas tidak layak dan itu menjadi skala prioritas kami,” terangnya.

Dirinya juga menuturkan ada dua sistem pembangunan pasar yang pertama Pasar dibangun oleh Pemerintah dengan sistem stimulan baik dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat, yang kedua dengan pihak ketiga itu berarti teman-teman pedagang harus membeli.

“Sebenarnya sejarah Pasar Cisarua itu sejarahnya membeli, cuma kalau saya pribadi itu tidak suka dengan cara beli karena kasian juga para pedagang disana dan tidak terlalu berharap. Makanya kami selalu berusaha untuk mendapatkan bantuan Pasar itu dengan sistem stimulus,” terang Romli yang memimpin PD. Tohaga Kabupaten Bogor sejak tahun 2015 lalu.

Romli Eko Saat Ditemui Dikantornya

Masih menurut Romli, jauh sebelum itu pihaknya sudah menyelesaikan Rancang Bangun untuk pembangunan Pasar Cisarua, sehingga saat ini muncul angka 35 Milyar yang dibutuhkan untuk membangun semuanya. Beberapa kali membuat permohonan baik itu ke Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat akan tetapi selalu mentok bahkan pernah juga ke Kementerian Perdagangan itupun harus ada keputusan dari tiga (3) Menteri.

“Nah ketika harus ada keputusan 3 Menteri itulah saya udah gak bisa lobi lagi karena itu udah kekuatannya teman-teman yang lebih tinggi. Makanya lobi yang terakhir adalah ke Provinsi, Alhamdulillah saat kampanye Pak Ridwan Kamil kan datang terus menjanjikan akan merevitalisasi Pasar Cisarua sampai Pilkada selesai dan beliau resmi menjadi Gubernur Jawa Barat, Maka dibantulah sebanyak 10 Milyar,” tuturnya.

Dengan anggaran 10 Milyar tersebut kata Romli, pihaknya berharap bukan dibangun semuanya, tetapi dibangun per blok terutama blok C dan D yang paling jelek dan tidak layak tersebut yang menjadi prioritas meskipun semua itu bergantung kepada konsultan soal pembangunannya.

Saat disinggung kenapa harus selalu mengejar bantuan Pemerintah, Romli mengungkapkan karena semua Pasar yang dibangun oleh Pemerintah itu akan diberikan secara gratis kepada para pedagang terutama di blok tersebut.

“Jadi semua pasar yang dibangun oleh Pemerintah baik Daerah, Provinsi maupun Pusat itu diberikan gratis dan perlima (5) tahun itu diperbaiki haknya. Harapan saya dengan begitu berarti Pemerintah hadir dalam proses melindungi para pedagang pasar.” pungkasnya.

Reporter : Taufik/Nay

Editor : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.