Sebut-CSR-Leuweung-Geledegan-Kades-Tamansari-Inilah-Saat-yang-Tepat-Untuk-Saling-Bantu-1.jpg
Read Time:2 Minute, 27 Second

Tamansari, PenaPublik.com – Dengan kejadian bencana angin puting beliung dan pohon tumbang serta hujan deras bahkan ada gumpalan es yang melanda pemukiman warga dan sekitar wisata Setu Tamansari, Pada Sabtu sore (14/11) tentu menyisakan duka dan keprihatinan terutama bagi masyarakat terdampak serta Pemerintah Desa Tamansari.

Pasalnya, Dalam peristiwa tersebut sedikitnya tercatat ada 27 unit rumah warga terdampak, 4 diantaranya rusak berat karena tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin kencang.

Fasilitas yang ada di Setu Tamansari seperti rumah bambu, jembatan bambu dan sarana rakit dari bambu hancur berserakan. Akibatnya, kerugian material yang dialami warga dan Pemerintah Desa pun cukup besar, yakni mencapai ratusan juta rupiah.

Bayu Ramawanto, Camat Tamansari Merasa Prihatin Atas Musibah di Desa Tamansari

Menurut Sunandar, Kepala Desa Tamansari, Dirinya berharap perusahaan-perusahaan besar yang ada diwilayahnya itu agar senantiasa membantu warga yang terkena musibah melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dimiliki oleh perusahaan.

“Sebetulnya kami dari Pemdes sudah menganggarkan melalui BUMDes untuk kebencanaan itu sekitar Rp 10 juta, Namun karena tahun 2020 ini semua anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19,” ucapnya pada Senin diruang kerjanya (16/11).

Masih kata Sunandar, Adapun dampak dari musibah tersebut perkiraan kerugian yang diderita mencapai Rp 100 juta yang mana pihak Desa tidak bisa meng-covernya. Untuk itu, pihaknya berharap perusahaan-perusahaan besar yang ada di wilayahnya itu bisa membantu.

“Kami sih berharap perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kami bisa membantu, karena warga kami sangat membutuhkan terutama bantuan berupa materi. Kalau ada CSR-nya ini waktu yang tepat untuk saling bahu membahu membantu warga masyarakat khususnya di Desa Tamansari, Sok atuh bantu,” tuturnya.

Penataan ulang Setu Tamansari kata dia secara otomatis tahun depan akan diulang lagi kerjasama dengan pihak BBWS Ciliwung – Cisadane.

Sunandar menerangkan sejauh ini perusahaan-perusahaan swasta yang ada diwilayahnya itu baru bisa memberi bantuan berupa konsumsi dan itu pun diberikan pada saat ada acara peringatan HUT Desa Tamansari beberapa Bulan lalu yang dihadiri Bupati Bogor.

“Iya baru sebatas itu, Pihak Leuweung Geledegan (LG) memberi bantuan berupa jamuan saja saat ada Ibu Bupati hadir diacara Ulang Tahun Desa Tamansari. Nah, sekarang kami berharap ada bantuan melalui CSR-nya berupa materi, karena yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak bencana ialah bantuan berupa materi untuk perbaikan rumahnya dan lain-lain,” ungkap Sunandar yang biasa disapa Ustad.

Sementara itu Bayu Ramawanto, Camat Tamansari secara diplomatis memberikan tanggapan bahwa ketika melaksanakan pembangunan itu tujuannya berupaya untuk memberdayakan masyarakat yang madani. Dirinya mengaku prihatin dan ikut berduka atas kejadian bencana yang menimpa warga masyarakat khususnya di Desa Tamansari.

“Ciri-ciri masyarakat Madani kan sense of belonging atau kepeduliannya itu tinggi, Jadi kalau memang ada bantuan dari pihak lain misalnya di Desa Tamansari itu saya setuju asal tidak melanggar aturan dan menurut saya kalau Desa itu sudah jalan maka gak perlu lagi pihak Kecamatan, Intinya kami hanya memberikan support dan dukunganlah. Coba aja lakukan pendekatan dengan pihak atau perusahaan tersebut yang jelas kepentingannya untuk warga masyarakat dalam hal ini yang terdampak.” pungkasnya.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *