Berbagai Instansi dan Elemen Hingga Polingga Hadir _PenaPublik (1)
Read Time:2 Minute, 9 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Pelaksanaan uji coba 2 : 1 jalur Puncak mulai dari simpang Gadog hingga pertigaan Taman Safari Indonesia (TSI) Cibeureum, Sejak pagi pukul 08.00 hingga 12.00 WIB (27/10) memang nampak terlihat tertib meskipun dibeberapa titik wilayah seperti pertigaan Megamendung, Cimory Cilember, Kopo Hankam, Pasar Cisarua atau Pafesta, Citeko Darul hingga pertigaan TSI mengalami kemacetan, Bahkan sekitar pukul 14.00 WIB antrian kendaraan memadati jalur Puncak tidak terkendali hingga sore hari one way kembali terjadi seperti biasa.

Puluhan petugas dari berbagai instansi maupun elemen kemasyarakatan hadir saat pelaksanaan uji coba 2 : 1 tersebut, Salah satunya dengan kehadiran para anggota Polingga (Polisi Lingkungan Warga) yang dilatih dan dibina oleh Satlantas Polres Bogor dalam upaya membantu mengurai kemacetan dijalur Puncak dan sekitarnya.

“PHRI harus terus support, Bila perlu diperbanyak lagi anggota Polingga (Polisi Lingkungan Warga)nya seperti di kita ini merekrut 12 orang personel polingga ditambah lagi dengan rekan-rekan PHRI meminta kepada saya untuk menghubungi Hotel dan Resort besar, Saya panggil seperti Cimory, Seruni, Pesona Alam dan yang lainnya untuk duduk bareng dan membantu berkontribusi terhadap anggota Polingga tersebut mereka mau semuanya, Kita yang memulai menginisiasi,” papar Jansen Manansang, Direktur TSI, Salah satu inisiator polingga bersama PHRI, Saat ditemui pada Minggu siang (27/10).

Ia menambahkan saat uji coba pelaksanaan 2 : 1, PHRI tentunya mendukung penuh bahkan pihaknya berupaya menjembatani dengan pihak Pemerintah dan instansi terkait bersama Satlantas Polres Bogor, Beberapa hari lalu diundang di Royal Safari Garden untuk duduk bareng.

“Iya kami terutama dari Hotel besar memberikan stimulan saja terlebih dahulu sambil berjalan kedepannya bagaimana pun itu kita berunding dan dikembalikan lagi kepada Pemerintah Daerah bisa mengakomodir kebutuhan polingga. Sementara ini kami turut bertanggung jawab rame-rame, Insentif 1.5 juta untuk makan dan seragamnya pun kita suplay. Setidaknya menghargai jasa para polisi lingkungan warga khususnya dijalur Puncak ini,” terangnya.

 

Saat disinggung soal pajak, Pihaknya juga menyebutkan bahwa selama ini cukup banyak memberikan kontribusi terutama masalah pajak kepada Pemerintah.

“Kita bersama-sama juga membayar pajak termasuk TSI ini membayar pajak yang besar sekali kepada Pemerintah Daerah dan juga Pusat,” tandasnya.

Dilain tempat, Feri, Tokoh masyarakat di Cisarua mengatakan pada saat pelaksanaan uji coba 2 : 1, Ia menilai ada dampak positif bagi masyarakat terutama di jam 9 atau 10 yang tujuannya ke Ciawi itu sangat terbantu meskipun jalan padat merayap.

“Iya ini kan baru tahap uji coba ya, masih ada kelemahan dan harus di evaluasi. Jadi titik kemacetannya itu arah Pasir Muncang, Megamendung, Kopo Hankam, Tikungan Pafesta atau Kongsi, Citeko Darul udah lewat itu mah lancar paling ketemu lagi dititik kemacetan di Warung Kaleng Sampay.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.