Warga-Sukamantri-Keluhkan-Jalan-yang-Rusak-Parah-dan-Penuh-Lubang-1.jpg
Read Time:1 Minute, 47 Second

Tamansari, PenaPublik.com – Jalur alternatif yang berada di Kampung Nyalindung, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor rusak parah. Jalan ini merupakan salah satu akses jalan dari Tamansari menuju perumahan elite Bogor Nirwana Residence (BNR) dan arus lalu lintas kendaraan di jalan tersebut terlihat cukup ramai. Namun, mereka (para pengendara) tidak berani melaju kendaraannya dengan kencang, sebab material jalan sudah rusak dan penuh lubang.

Rusli, warga setempat menuturkan rusaknya Jalan yang ada di Kampungnya itu sudah cukup lama. Padahal, kata dia, banyak aktivitas kendaraan yang melintas karena jalan ini merupakan salah satu jalan alternatif menuju Pondok Bitung dan juga BNR.

“Iya disini memang selalu rame, apalagi kalau sore hari banyak pengendara yang lewat, ada yang ke Pondok bitung atau yang ke BNR, begitu pun sebaliknya,” ujar Rusdi.

Menurutnya dengan kondisi Jalan tersebut yang sudah rusak sehingga banyak warga yang mengeluh terlebih warga yang berada di pinggir Jalan, Bahkan setiap hari selalu diselimuti debu. Belum lagi, kalau hujan turun kondisinya jadi becek dan disesaki lumpur.

“Lebih parah kalo turun hujan, kondisinya udah kayak kubangan kerbau terus airnya kotor dan banyak lumpur,” keluhnya.

Rusli dan warga setempat berharap, Jalan alternatif yang kini kondisinya rusak tersebut itu mesti mendapat perhatian dari Pemerintah.

“Ya, kita sebagai warga inginnya diperbaiki lagi, agar kita pun nyaman,” ucapnya.

Sementara itu menurut Oba Maryadi, Pjs Desa Sukamantri yang juga Kasi Pelayanan di Kantor Kecamatan Tamansari saat dimintai tanggapan terkait permasalahan Jalan alternatif yang mengalami kerusakan cukup parah pihaknya mengatakan soal tracking jalan tersebut itu ranahnya Pemkab dari mulai nyalindung, pondok bitung termasuk jalan yang ada didepan Kantor Desa.

“Itu hak kewenangan dan pengurusannya dikelola Pemerintah Kabupaten bukan ranahnya Desa karena itu anggaranya Milyaran, kita punya ADD tapi ada keterbatasan cuma ratusan juta,” terangnya pada Selasa siang (30/06).

Masih kata Oba, Pihaknya mengaku seringkali berupaya melaporkan ke pihak UPT terkait, Bahkan agenda-nya di Bulan Juli ini akan diperbaiki termasuk Jalan disekitar Desa Pasir Eurih yang juga parah.

“Jadi itu direncanakan sebelum ada Covid dan waktu saya menjabat di Desa Pasir Eurih itu bulan Juni 2020 tapi sampai hari ini di Pasir Eurih pun belum diperbaiki bahkan di sana lebih hancur ketimbang di sini.” tandasnya.

Reporter : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *