tober Rebo Weukasan, Sejuta Ketupat Sejuta Harapan2_PenaPublik
Read Time:1 Minute, 55 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Melalui Komunitas Puncak Ngahiji, Salah satu budaya kearifan lokal senantiasa diupayakan agar tetap terjaga dan berkesinambungan yang digelar rutin setiap tahun yakni rebo weukasan atau biasa disebut lebaran ketupat terutama bagi warga masyarakat di 4 Kecamatan diantaranya Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Caringin.

Menurut H. Arifin Azis, Ketua pelaksana rebo weukasan saat dijumpai seusai musyawarah mengatakan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan dari Komunitas Puncak Ngahiji dan semua elemen kemasyarakatan sudah sepakat untuk kegiatan tersebut akan digelar pada Hari Rabu tanggal 23 Oktober dan berpusat di landing Paralayang, Jalan Raya Puncak, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Iya tradisi rebo weukasan atau rabu terakhir di Bulan Safar senantiasa kami gelar dalam upaya mempererat ukhuwah islamiyah diantara kita terutama warga di 4 Kecamatan. Dengan konsep tematik “Sejuta Ketupat Sejuta Harapan” danĀ  sedekah ketupat sebagai simbol yang memiliki makna dan pesan moral melestarikan kearifan lokal kita kedepankan,” terangnya, Pada Jum’at sore (18/10).

Masih kata Arifin atau biasa disapa abah haji, Dirinya menambahkan berkaca pada para pendahulu adanya tradisi rebo weukasan dibarengi sedekah ketupat itu dimulai oleh seorang ulama besar di wilayah Bakom Ciawi yakni Mama Asy’ari (almarhum).

“Diketahui berdasarkan riwayat pada Bulan Safar terutama di Rabu terakhir, Allah SWT menurunkan ribuan bala’i biasanya pada pagi di hari rabu suka diadakan ritual sholat sunat secara berjama’ah kemudian melakukan tradisi makan ketupat berjama’ah. Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” paparnya.

H. Arifin Azis dan Opik Ambon berjabat tangan sepakati kegiatan rebo weukasan

Hal senada dikatakan Yusep, Salah satu panitia mengaku untuk kegiatan tersebut juga pihaknya akan melibatkan PHRI yang sebelumnya akan ada himbauan dari Pemerintah di 3 Kecamatan yakni Cisarua, Megamendung dan Ciawi.

“Rencananya akan ada himbauan dari Camat untuk ditembuskan ke PHRI agar Hotel-Hotel yang ada dari mulai Ciawi hingga Cisarua itu bisa berkontribusi dalam ikut serta memeriahkan kegiatan tersebut, Kita lihat saja kontribusinya nanti pada hariha-nya,” ucap Yusep menegaskan.

Kompol Nurichsan, Kapolsek Cisarua mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Komunitas Puncak Ngahiji sebagai penggagas dalam kegiatan yang turut menjaga kearifan lokal tersebut.

“Silaturahmi sangat penting kiranya dan saya mengapresiasi yang telah dilakukan oleh rekan-rekan dari Puncak Ngahiji. Seperti halnya melestarikan dan menjaga kearifan lokal tradisi Rebo Weukasan itupun penting kita upayakan bersama-sama secara berkesinambungan.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *