Jalan-Berlobang-dan-Penuh-Lumpur-Warga-Ciampea-Kritisi-Pemkab-Bogor-1.jpg
Read Time:1 Minute, 43 Second

CIAMPEA, PENAPUBLIK.COM – Warga masyarakat Ciampea yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat (AMM) menggelar aksi demo tanam pohon dan tebar ikan lele sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor yang belum merealisasikan perbaikan infrastruktur Jalan Warungborong Kecamatan Ciampea menuju Rancabungur yang rusak parah. Aksi tersebut dilakukan masyarakat pada Selasa (10/5/2022).

“Sejak tahun 2010 silam, Jalan sepanjang tiga (3) kilometer menghubungkan ke wilayah Rancabungur rusak parah, tak pernah ada perbaikan,” ujar Kemas Firman selaku koordinator aksi didepan sejumlah massa dan aparat yang sedang melakukan penjagaan.

Bentuk protes tersebut lanjut Kemas, Agar bagaimana Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait mampu merealisasikan perbaikan jalan antara Warungborong menuju Rancabungur.

Aksi Warga Masyarakat Sebagai Bentuk Protes Kepada Pemkab Bogor.

Ia menambahkan, Jalan yang menjadi alternatif kendaraan arah Leuwiliang menuju Rumpin dan Kota Bogor juga sebaliknya, sangat dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan karena rusak dan penuh lubang.

“Hari ini kami menggelar aksi dengan menebar ikan lele dan menanam pohon pisan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang belum ada realisasi perbaikan jalan diwilayah tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Ali, Salah seorang aktivis yang tergabung dalam GPPI (Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia mengaku jalan yang rusak tersebut memang tak kunjung direalisasikan bahkan seolah ada pembiaran dari dinas terkait dan Pemkab Bogor.

Sehingga kata dia, Massa AMM dan warga masyarakat melakukan aksi menuntut perbaikan jalan diwilayah tersebut.

“Udah 3 tahun akses jalan Ciampea rusak pengajuan sana sini tak kunjung berbuah hasil, hingga trakhir reses di akhir tahun tak kunjung ada tindak lanjutnya sehingga warga setempat dan Aliansi Masyarakat Menggugat turun ke jalan dan melakukan aksi damai untuk menyuarakan suara yang tak terdengar oleh birokrasi,” tuturnya melalui pesan Whatsapp pada Selasa siang (10/5).

Pemerintah setempat kata Ali, Meski sudah dikonfirmasi akan tetapi menjawab dengan alasan bukan ranahnya.

“Ga ada kang, Pemerintah Desa berbicara dengan alasan itu bukan ranahnya karena memang jalan Kecamatan bahkan terakhir reses DPRD Kabupaten Bogor akhir tahun di Kecamatan Ciampea, sampe sekarang tidak ada tindak lanjut. Kalo sudah seperti itu lalu kita harus mengadu kemana lagi jalanan udah kayak kubangan kerbau.” pungkasnya penuh tanya. (FIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.