Kekeringan Melanda Warga Kaki Gunung Pangrango1_PenaPublik
Read Time:1 Minute, 56 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Kampung Citeko Panjang terutama diwilayah RT 03 RW 09 yang terdampak bencana angin kencang terjadi pada Minggu dini hari (21/10), Saat ini memang terlihat kesulitan sarana air bersih. Puluhan warga setempat mengeluh, Jangankan air bersih air kotorpun sekarang ini nampak sulit dan memang hal tersebut sudah lama terjadi. Masjid dan Majlis Ta’lim yang menjadi tempat pengungsian warga, saat inipun masih kesulitan namun sementara ini ada bantuan datang dari BPBD Kabupaten Bogor.

“Iya memang disini mengalami kekeringan yang cukup panjang sehingga sulit air bersih, sumurpun kering dan sejak kejadian angin kencang kemarin warga disini mengungsi ke Masjid dan Majlis Ta’lim. Namun kami merasa kesulitan air bersih untuk memasak di dapur umum, Alhamdulillah ada bantuan air bersih tadi malem dan siang ini dari BPBD,” tutur Nuy, Salah satu warga Kampung Citeko Panjang, Pada Selasa (21/10).

Sementara itu Yan, Warga lainnya mengungkapkan ternyata kesulitan air dan terjadi sudah sangat lama.

“Jangankan air bersih air kotorpun tak ada, Coba atuh perusahaan dan Hotel-hotel besar seperti Taman Safari Indonesia, Hotel Pesona Alam, Seruni, Off Road Gayatri Mountain ada kepeduliaan terhadap warga disini yang terdampak bencana terlebih kami kesulitan sarana air bersih,” ujarnya.

Saat tim PenaPublik menjumpai R. Hidayat, Anggota BPBD Kabupaten Bogor menerangkan suplai air bersih ini memang arahan dari pimpinan untuk dikirim ke wilayah yang terdampak bencana angin kencang di Kampung Citeko Panjang ini. Pihaknya menyebutkan bahwa kiriman air bersih sudah dua (2) kali sejak malam dan siang hari ini.

“Kami ambil air dari yang terdekat yakni Hotel Alam Indah (Cibulan), Mudah-mudahan bermanfaat untuk warga disini yang sedang kesulitan air dan terdampak bencana alam, kami isi air untuk di Masjid, Majlis dan Warga disini,” terangnya.

Sebuah Mobil Tangki Air Milik BPBD Kabupaten Bogor tengah terparkir menyalurkan air bersih

Sementara itu H. Sahrudin, Kepala Desa Citeko mengaku bahwa kekeringan dan kesulitan air bukan diwilayah ini saja. Pihaknya juga sudah mengupayakan adanya SAB (Sambungan Air Bersih) dari sumbernya.

“Untuk penanggulangan awal sementara ini kita minta bantuan dari BPBD, Karena memang yang rawan titik air itu diwilayah RW 7, 8 dan 9. Mudah-mudahan akhir Oktober hujan turun sehingga tidak mengalami kekeringan lagi. Kemudian untuk membantu warga yang terdampak angin kencang disini kami menyediakan dapur umum dan posko bantuan bencana alam sifatnya untuk sementara.” pungkasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.