2024 01 21 21 23 26.png.jpg
Read Time:1 Minute, 30 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Sungguh pemandangan yang memilukan sekaligus mengerikan, begitulah tanggapan warga masyarakat terkait sampah berbagai jenis yang menumpuk hingga menggunung bahkan bisa menyebabkan bencana terutama bagi para pengendara yang melintas di jalur wisata Puncak, terlebih di musim penghujan seperti saat ini.

Pemandangan tersebut bisa dilihat dan saksikan dibeberapa titik mulai dari Ciawi, Gadog Megamendung hingga wilayah Kecamatan Cisarua menuju kawasan Puncak terutama disaat weekend tiba.

“Penyakit yang mengidap DLH Kabupaten Bogor, Hanya mengangkut yang bayar, sepertinya mereka lupa mereka itu bukan petugas swasta. Padahal jelas-jelas mereka itu mendapatkan anggaran dari Pemerintah,” ujar Dede Rahmat, Salah seorang penggiat lingkungan warga Puncak kepada PenaPublik pada Minggu petang (21/1/2024).

Lanjutnya kata Dede, Ada istilah dari petugas DLH jika hari libur kemudian sampah tak terangkut, Ia mengatakan harusnya diangkut sebelum hari libur.

“Saya masih ingat soal statement Bupati kepada Dinas DKP waktu itu, jika ada tumpukan sampah jangan lagi cari siapa yang akan membayar? itu tugas aparatur pemerintahan, khususnya dinas terkait. Jadi tugas sesederhana itu tidak perlu berpikir keras, tinggal angkut dan dipindahkan saja gitu kan simple, Jika tidak bisa maka bubarin aja dinas-nya. Karena armada, SDM dan operasional sudah dianggarkan oleh Pemda,” tutur Dede sapaan akrabnya.

Menurutnya, jika kondisi sudah seperti itu ia dan rekan-rekan aktivis lingkungan di kawasan Puncak meminta kepada Pj Bupati Bogor agar mengevaluasi kinerja DLH.

“Sangat perlu, yakin itu ada yang harus dibenahi bahkan dievaluasi kinerja DLH oleh Pak Pj Bupati Bogor saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Iman Satri, Petugas pengawas sampah pada UPT DLH Ciawi, mengaku biasanya tiap hari diangkut kecuali hari Minggu libur.

“Kalau satu minggu gak ke angkut, sampah pasti lebih banyak dari itu. Soal berbayar atau tidak, saya kurang tau soal-nya itu pengawasan pak Sugandi.” singkat Iman melalui pesan Whatsapp-nya pada Sabtu malam (20/1). (FIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − eight =