Sampah-dan-Sempitnya-Akses-Jalan-Menuju-Pasar-Cisarua-Pedagang-dan-Aktivis-Semoga-Gubernur-dan-Bupati-Dengar-Keluhan-Kami-1.jpg
Read Time:2 Minute, 13 Second

CISARUA, PENAPUBLIK.COM – Jelang kunjungan sekaligus peresmian Pasar Cisarua Juara oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dijadwalkan pada Sabtu 26 Februari disambut hangat oleh para pejabat wilayah dan warga masyarakat diwilayah Kecamatan Cisarua.

Namun, Disisi lain beragam tanggapan muncul terkait kondisi Pasar Cisarua saat ini seperti halnya akses Jalan menuju kearea tersebut. Kemacetan menjadi pemandangan yang biasa terlihat disana dikarenakan akses jalan yang terlalu kecil. Belum lagi permasalahan sampah yang hingga kini belum menemukan solusi tepat.

Heru, Salah seorang pedagang yang menempati kios di Blok B mengeluhkan sekaligus berharap agar Pemerintah Kabupaten Bogor mencarikan solusi terkait kemacetan karena sempitnya akses Jalan mulai depan hingga menuju Pasar Cisarua.

“Iya aksesnya gak beres-beres mulai dari depan atau pintu masuk hingga kesini selalu macet karena jalannya sempit. Harusnya dicarikan solusi yang tepat tuh karena jujur saja ini jadi hambatan buat para pedagang disini,” tuturnya.

Iyan, Pedagang lainnya ikut bersuara terkait menyempitnya akses Jalan yang selama ini menjadi permasalahan buat pedagang yang berada didalam Pasar Cisarua.

Tumpukan Sampah Bibelakang Pasar Berdampak Pada Pencemaran Sungai Cisarua Tepat Dibawahnya.

“Mudah-mudahan keluhan ini didengar langsung oleh Gubernur Jawa Barat ketika nanti berkunjung kesini ya, Karena sebagus apapun bangunan disini tapi jika aksesnya susah untuk masuk akan percuma saja. Mohon kepada Pemkab agar bagaimana mencari solusi terbaik buat kami pedagang yang berada didalam Pasar Cisarua ini,” ungkapnya penuh harap.

Sementara itu Iing, Salah seorang aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam komunitas PEPELING menyikapi permasalahan sampah yang berada tepat dibelakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar dan berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai Cisarua, Kondisi saat ini sangat memprihatinkan dengan tumpukan-tumpukan segala jenis sampah.

“Permasalahan sampah yang berada di pasar Cisarua tepat-nya di bantaran Sungai Cisarua dari dulu tidak pernah ada beresnya. Dari mulai sisa sayuran dan sampah dengan segala jenis ada disana, Harusnya ini juga salah satu konsen dan konsep PD Pasar Tohaga, Pembangunan dan penataan Pasar secara bentuk dan pisik bangunan sangat bagus. Namun ada hal yang terlewatkan yakni permasalahan sampah harusnya di kelola dengan baik dan benar,” paparnya.

Kondisi DAS Cisarua Saat ini

Ia berharap hal tersebut benar-benar didengar oleh Pemerintah baik itu Desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Terlebih lagi Ia mendengar akan ada kunjungan sekaligus peresmian Pasar Cisarua oleh Gubernur Jawa Barat pada Sabtu 26 Februari 2022.

“Semoga Pak Ridwan Kamil Gubernur Jabar dan Ibu Bupati Ade Yasin tak hanya meresmikan Pasar Cisarua saja, Saya berharap beliau mau melihat secara langsung kondisi Sungai Cisarua yang notabene berdekatan dengan Pasar dan saat ini kondisi-nya sangat memprihatinkan terbukti banyaknya sampah segala jenis bahkan saya pernah melihat bangkai ayam hingga kasur tidur mengambang di Sungai Cisarua.” pungkasnya penuh harap. (FIK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.