0_20200608073709.jpg
Read Time:1 Minute, 55 Second

Ciawi, PenaPublik.com – Sejak siang menjelang sore hari, jalan Veteran III dari dan ke arah Cibedug, Kecamatan Ciawi mengalami kemacetan yang cukup panjang, membuat waktu para pengendara terpaksa tersita lebih lama. Nampaknya kemacetan juga disebabkan oleh kendaraan yang keluar masuk tempat wisata bahkan beberapa diantaranya terparkir di pinggir jalan, Pemandangan tersebut terlihat pada Minggu (07/06/2020).

Disisi lain jalur penyumbang kemacetan memang sudah sering dialami di persimpangan Caringin Desa Banjarsari, Kini jalur kemacetannya bertambah panjang hingga Kampung Kambangan. Sulit dipungkiri memang kehadiran tempat wisata baru di Desa Banjarsari dengan kondisi jalan yang terbilang kecil menjadi masalah baru khususnya bagi arus lalu lintas.

Melihat kondisi tersebut, Ahmad salah satu warga sekitar mengungkapkan kritikannya terhadap pelaku usaha pariwisata yang ada di wilayah itu, menurutnya para pelaku usaha harus lebih memperhatikan fasilitas parkir sehingga tidak menyebabkan kemacetan.

“Harusnya parkiran lebih diperhatiin, karena kan kalau sampe kendaraannya diparkir diluar begitu meskipun dilahan milik sendiri jadi berdampak ke Jalan Raya juga,” keluhnya.

Sehingga kata Ahmad, Kondisi seperti itu menjadi kurang nyaman melihat kemacetan yang terjadi selain itu juga akan membawa polusi dari kendaraan yang melintas.

Kemacetan Panjang diJalan Veteran III Cibedug Ciawi

“Kalau macet begini jelas bikin ga nyaman lihatnya, terutama kan jadi ada polusi juga dari kendaraan roda dua maupun roda empat,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Fikri, warga sekitar mengaku bahwa dirinya merasa was-was karena melihat banyaknya kerumunan diakhir-akhir ini.

“Kita selaku masyarakat disini yang menerapkan PSBB dan sudah jelas dianjurkan oleh Pemerintah disisi lain kita juga was-was dengan kondisi kayak gini. Aneh aja, Kita sudah mentaati tapi malah terjadi yang tidak diperbolehkan pemerintah dengan adanya kerumuman,” ucapnya dengan nada kecewa.

Selain itu ia juga berpendapat bahwa dalam masa pandemi yang masih belum selesai ini, harusnya tempat wisata sementara tidak dibuka karena banyak resiko yang timbul.

“Jadi seharusnya kondisi sekarang yang diterapkan tidak boleh ada kerumunan, Tapi ini banyak sekali dan ini tentu sudah melanggar. Harapannya ya normal seperti dahulu,” kata Fikri.

Selain itupun dirinya berharap bijaknya tempat wisata tersebut jangan dibuka dulu, Jika terus berlanjut dikhawatirkan area kawasan Cibedug ini akan menjadi masalah bagi banyak orang.

“Kita kan gak tahu juga ya kalo ditempat tersebut ada yang positif atau tidak kalau misalkan ada yang positif otomatis berapa ratus orang yang datang kesitu juga akan positif terpapar bahkan mungkin tertular.” tandasnya. (Ad/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *