Berita_20191118003125_PenaPublik.jpg
Read Time:2 Minute, 16 Second

Cisarua, PenaPublik.com – Berita terkait trotoar yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki dijalur wisata Puncak namun saat ini mulai dipenuhi oleh para pedagang dan dikeluhkan warga Cisarua, Sontak mendapat tanggapan beragam dari warga lainnya tidak terkecuali dari aktivis lingkungan. Bahkan aktivis mengatakan Pemerintah jangan tutup mata dengan kondisi dan kenyataan dilapangan, Pemerintah harus tegas dan menjamin serta membela kepentingan warga masyarakat secara luas.

“Harusnya berimbang dan berbanding lurus atau gayung bersambut secara hirarki-nya ketika Pemerintah Pusat memiliki kewenangan untuk itu, Pemerintah setempat harus mengapresiasi betul dan melihat dilapangan adakah pelanggaran-pelanggaran atau bahkan dibiarkan begitu saja,” tutur Mulyana, Warga Cibeureum yang juga salah satu aktivis Puncak.

Menurutnya, Pemerintah setempat harus tegas tanpa pandang bulu kepada siapapun terutama para pelaku usaha yang ada dijalur Puncak yang kurang mengindahkan estetika.

“Harus ada sikap tegas dari Pemerintah Kecamatan terlepas nanti acuannya adalah Perda,Rumija atau apapun itu disana kemudian jangan ada pembiaran yang akhirnya kami memiliki mindset begini : kok dibiarkan, jangan-jangan? ada apa nih terjadi pembiaran begitu? Bila perlu kita kasih waktu seminggu. Apabila tidak ada sikap begitu oleh Pemerintah yang punya domain kewenangan seperti itu kita bisa bikin mosi tidak percaya artinya tidak mampu bekerja,” ungkapnya setengah bertanya.

Namun dirinya mengaku dengan Pemerintahan sekarang banyak harapan dengan hadirnya camat yang baru pihaknya merasa yakin mampu memanajerial wilayahnya.

“Artinya yang dikerjakan oleh beliau adalah merupakan PR juga di masa lalu, Nah ditemukanlah fakta-faktanya dilapangan kenapa terjadi pembiaran seperti itu ada apa ini? Jadi inti-nya harus ditinjau ulang bukan hanya sebatas mengeruk keuntungan semata tetapi harus lebih memihak kepada kepentingan masyarakat banyak,” ujar Bram sapaan akrabnya, Pada Minggu (17/11).

Ditempat berbeda, Muhammad Syafwan atau biasa disapa Iwan Meichin, Warga Pasanggrahan Citeko menuturkan bahwa keberadaan trotoar yang saat ini nampak lebih indah dan memang diperuntukkan bagi pejalan kaki namun sudah mulai dipenuhi para pedagang, Dirinya menyebut hal itu sedikit banyak ada keterkaitan antara pedagang dengan pengelola rest area.

“Di sejumlah trotoar seperti yang ada di seberang Hotel Parama yakni Rest Area Sari Barokah sudah mulai ada pedagang. Mohon itu segera ditertibkan sebelum nantinya menjamur dan tentu saja akan sulit diatasi. Intinya saya berharap kedepan sepanjang jalur Puncak bisa lebih tertata dengan baik termasuk sistem drainase-nya ini demi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya penuh harap.

Hal senada diungkapkan Solihin, Warga Desa Kopo yang aktif di Organisasi Lingkungan meminta kepada instansi terkait dan Pemerintah Kecamatan Cisarua agar tidak membiarkan apa yang sudah dilontarkan oleh warga terkait keluhan trotoar Jalan yang mulai dipenuhi pedagang.

“Kami harap pihak Muspika Cisarua atau melalui Satpol PP-nya harus bertindak tegas kepada para pedagang yang menggunakan trotoar jangan dibiarkan berlarut-larut, Namun selain itu juga harus ada solusi untuk menempatkan para pedagang yang saat ini masih menggunakan trotoar jalan.” tandasnya.

Reporter : Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.