Berita_20180902080316_PenaPublik.jpg
Read Time:1 Minute, 4 Second

Ciawi, PenaPublik.com – Para aktivis Bogor Selatan yang tergabung dalam Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) rupanya tidak main-main, meskipun setahun belakangan ini terbilang mandul dan mengalami kevakuman karena adanya masalah internal di kepengurusan, namun perlahan tapi pasti mulai menemukan ritme dan alur bagaimana sebuah organisasi bisa berjalan beriringan antara satu dengan yang lainnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan diadakannya pertemuan beberapa pengurus lama yang sebelumnya telah diagendakan, bertempat dikediaman Ketua PMBS, Prof. Isman Kadar, pada Sabtu sore (1/09).

“Berkumpulnya kembali semata-mata ini sebagai pembuktian bahwa kami memang serius ingin menjadikan wilayah Bogor Selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB),” kata Abdul Khalik, aktivis Bosel warga Bendungan Ciawi.

Tim 9 sedang menentukan Sekjen PMBS yang Baru
Tim 9 sedang menentukan Sekjen PMBS yang Baru

Sementara itu Buchari, selaku Ketua Tim 9 mengaku bahwa pihaknya dengan dibantu tim perumus AD/ART yang terdiri dari sembilan orang sudah selesai melakukan kewajiban merumuskan draft tersebut.

“Alhamdulillah sebelum tanggal 17 Agustus lalu, kami dari Tim 9 sudah melakukan beberapa tahapan diantaranya merumuskan draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Organisasi PMBS yang berharap segera menjadi acuan Legal Formal atau Payung Hukum untuk kedepannya nanti sesuai keinginan semua rekan-rekan yang tergabung dalam organisasi ini. Insha Allah nanti jika sudah di print out akan kita bagikan untuk rekan semua.” pungkasnya.

(TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.